Rabu, 10 Oktober 2012

Persamaan Akuntansi Dasar

   Persamaan Akuntansi Dasar merupakan ringkasan dari pencatatan hasil analisis setiap peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang terjadi pada Perusahaan maupun  ogranisasi.


 Lalu apa itu Persamaan Akuntansi Dasar ?


a. Pengertian dan Rumusan Persamaan Akuntansi Dasar .
          Jika terjadi transakasi  keuangan akan menyebabkan terjadinya perubahan pada aktiva, hutang, dan modal. Perubahan itulah yang kita ringkas dalam persamaan dasar akuntansi.
          
          Mungkin anda yang sudah  belajar tentang dasar akuntansi saat waktu SMA jurusan Ips. Tapi, bagi yang dulu tidak belajar kita belajar bersama tentang Persamaan Akuntansi dasar.

           Untuk lebih memahami persamaan Akuntansi Dasar di misalkan pada awal pendirian perusahaan, pemiliknya menyetorkan  uang tunai atau berupa benda  senilai Rp 5.000,00 untuk modal awal usahanya tanpa ada hutang, 
maka persamaan nya adalah: 
 Aktiva = Capital
  Jadi, Rp 5.000,00 = Rp 5.000,00
Kesimpulanya harta yang dimiliki perusahan sama dengan harta yang di miliki pemilik. 
 Disisi lain ada Hak dari  kreditor disebut hutang
Jika pemilik menambah modal Rp 2.500,00 dari hutang, maka persamaan nya menjadi: 
  Aktiva     =   Liabilities    +   Capital
Jadi,  Rp 7.500,00 =  Rp 2.500,00 + Rp 5.000,00
Dengan demikian pengembangan dari persamaan akuntansi dasar tersebut menjadi sebagai berikut:
Aktiva = Liabilities + Capital 
 Analisa Persamaan  Akuntansi Dasar
  AKTIVA = PASIVA
AKTIVA = UTANG + MODAL
   
Pengaruh transaksi keuangan:
-   Menambah/mengurangi Aktiva saja
-   Menambah/mengurangi Pasiva saja
-   Menambah/mengurangi Aktiva dan pasiva
Pendapatan dan Biaya
Pendapatan menambah modal, Biaya mengurangi modal 
b. Transaksi Keuangan dan Persamaan  Akuntansi Dasar
            Transaksi keuangan dan persamaan akuntansi dasar dimaksud menambah, mengurangi, atau merubah susunan aktiva, hutang, dan/atau modal. Penyelesaian persamaan itu merupakan hasil analisis dampak dari transaksi keuangan yang terjadi.
Untuk mempermudah dalam memahami dampak dari perubahan pada persamaan dasar akuntansi sebagai akibat terjadinya transaksi keuangan, marilah kita cermati contoh kasus  berikut ini.
Salon Akuntansi unsika   milik Ny. Ayu, yang beralamat di Jl. Joyo Utomo 504 Malang, baru dibuka awal tahun 2007,  ditempatkan di kamar paling depan rumahnya. Sementara kamar tersebut  tidak dimasukkan sebagai asset salon, tetapi dianggap menyewa. 
Selama bulan Januari 2007 transaksi keuangan yang dilakukan sebagai berikut:
1. Ny. Ayu menyetor uang tunai  Rp 1.000.000,00 sebagai investasi pertamanya atau modal awalnya di SalonAkuntansi unsika.
2. Membeli secara tunai peralatan salon seharga Rp 300.000,00
5. Membayar uang sewa kamar  untuk bulan Januari sebesar Rp 100.000,00
   7. Membeli secara kredit dari Toko Makmur peralatan salon seharga Rp 500.000,00 dan perlengkapan (suplies) salon seharga Rp 200.000,00.
   9. Dipinjam uang dari Bank dengan menandatangani sebuah wesel jangka 3 bulan bunga 12% per tahun senilai Rp 750.000,00
14. Menyelesaikan pekerjaan merias pengantin putri Ny. Yuli senilai  Rp 450.000,00 dan dan langsung dbayar tunai
15. Dibayar gaji pegawai untuk bulan Januari Rp 150.000,00
20. Diselesaikan pekerjaan merias pengantin untuk Ibu Harmini senilai Rp      550.000,00. diterima tunai sebanyak Rp 250.000,00 dan sisanya akan dilunasi bulan Pebruari 2007
22. Diangsur  utang kepada Toko Makmur sebesar  Rp 200.000,00
25. Dibayar rekening listrik untuk bulan Januari Rp 75.000,00
29. Diterima dari Ibu Harmini  angsuran utangnya kepada Salon sebanyak Rp 150.000,00
30. Diambil uang tunai oleh Ny. Ayu  sebesar Rp 100.000,00 untuk kepentingan pribadinya.
31. Dibayar bunga atas wesel untuk bulan Januari sebesar  Rp 7.500,00
Setiap transaksi keuangan pada tanggal-tanggal tersebut di atas akan membawa dampak perubahan terhadap ketiga komponen persamaan akuntansi dasar (aktiva, hutang, dan modal). 
Pengaruh setiap transaksi keuangan itu terhadap persamaan  akuntansi dasar dapat dilihat dalam tabel berikut:

AKTIVA
HUTANG
MODAL
Tgl
Kas
Piutang Usaha
Peralatan
Perlengkapan
Hutang Usaha
Hutang wesel
Modal
1
1,000,000





1,000,000
2
-300,000

300,000




5
-100,000





-100,000
7


500,000
200,000
700,000


9
750,000




750,000

14
450,000





450,000
15
-150,000





-150,000
20
250,000
300,000




550,000
22
-200,000



-200,000


25
-75,000





-75,000
29
150,000
-150,000





30
-100,000





-100,000
31
-7,500





-7,500

1.667.500
150.000
800.000
200.000
500.000
750.000
1.567.500

Persamaan Akuntansi dasar dapat dimodifikasi menjadi:
                Asset  + Beban (biaya) = Liabilities + Penghasilan + Capital
Dengan demikan, data transaksi dalam kasus yang terjadi pada salon Akuntansi unsika di atas dapat disusun persamaan akuntansi dasar sebagi berikut:

 Tgl
Keterangan
     Aktiva   +   Beban    =   Hutang   + Pendapatan  + Modal
1
Setoran pemilik
1.000.000



1.000.000
2
Beli peralatan tunai
± 300.000




5
Bayar sewa gedung
- 100.000
100.000



7
Beli peralatan & perlengkapan
700.000

700.000


9
Utang wesel 12% p.a
750.000

750.000


14
Hasil Rias pengantin
450.000


450.000

15
Bayar Gaji
-150.000
150.000



20
Hasil Rias pengantin
550.000


550.000

22
Angsur utang
- 200.000

- 200.000


25
Bayar listrik
- 75.000
75.000



29
Angsuran Harmini
±150.000




30
Ambil prive
- 100.000



- 100.000
31
Bunga wesel
- 7.500
7.500



Jumlah
2.817.500
332.500
1.250.000
1.000.000
900.000

   c.  Penjelasaan perbandingan  Persamaan  akuntansi dasar

Dua contoh bentuk persamaan akuntansi dasar untuk menyelesaikan transaksi keuangan tersebut tampak berbeda bukan?
Dalam penyelesaian persamaan pertama,  membuat penggolongan pada aktiva dan hutang, sedangkan beban dan pendapatan langsung ditambah atau dikurangkan pada modal.  Pada persamaan kedua unsur aktiva dan hutang tidak digolong-golongkan, tetapi beban dan pendapatan dipisahkan dari modal. Dalam praktik di dunia kerja Anda dapat menggunakan salah satu dari kedua persamaan itu, mengingat bahwa hasil akhir atau informasi yang dihasilkan sama.                                                                                       *Selain itu, pada kenyataan di dunia bisnis akan banyak Anda jumpai transaksi-transaksi serupa, yaitu transaksi yang menyebabkan berubahnya aktiva, hutang, atau modal. Contoh-contoh yang disajikan di atas hanya merupakan sebagian kecil dari transaksi yang sebenarnya. Diharapkan contoh-contoh itu dapat digunakan sebagai acuan dalam  penyikapan akuntansi jika ada transaksi yang sejenis. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar